Waspadai Stres Dapat Menurunkan Libido Pria

Sep 12th

Stres memilik dampak yang banyak terhadap tubuh kita. Salah satu pengaruh yang bisa terjadi pada pria adalah menurunnya libido. Tentu saja kondisi ini bisa memengaruhi kehidupan seksual dengan pasangan.

Stres adalah reaksi fisik dan mental alami terhadap hal-hal yang terjadi di kehidupan sehari-hari. Mulai dari tanggung jawab pekerjaan, keluarga, finansial, kehilangan orang terdekat, bencana, dan masih banyak lagi.

Saat Anda bereaksi terhadap stres, tubuh mengalami serangkaian perubahan untuk mempersiapkan mekanisme fight-or-flight (disebut juga hyperarousal atau respons stres akut). Mekanisme tersebut mempersiapkan diri untuk “bertahan dan berjuang” atau “melarikan diri”.


Pengaruh seks pada libido pria

Ketika mengalami respons tersebut, Anda akan mengalami peningkatan detak jantung, tekanan darah, dan laju pernapasan. Sementara itu, fungsi yang dianggap kurang penting seperti dorongan seksual akan berkurang secara tajam. Respons ini juga dapat menyebabkan pelepasan hormon, seperti kortisol dan epinefrin, yang dalam kadar tinggi dapat menyebabkan penurunan gairah seks.

Apabila Anda mengalami stres kronis (stres yang berkepanjangan), perubahan kadar kortisol dapat memengaruhi hormon seks, sehingga minat seks tentu jadi berkurang.

Untuk situasi jangka pendek dan jangka panjang, stres sebetulnya bermanfaat karena dapat membantu mengatasi situasi yang serius, seperti kompetisi, menghadapi ancaman, melindungi, hingga insting berburu. Tubuh merespons stres dengan cara melepaskan hormon yang yang meningkatkan kecepatan laju jantung dan pernapasan, serta menyiapkan otot untuk merespons.

Stres jangka pendek dapat menyebabkan pria memproduksi lebih banyak hormon testosteron, yang mana efek ini tidak bertahan lama. Jika stres terus berlanjut dalam jangka waktu lama, kadar testosteron justru bisa menurun.

Hal ini tentu saja dapat mengganggu produksi sperma dan menyebabkan disfungsi ereksi atau impotensi. Sementara itu, stres kronis dapat meningkatkan risiko infeksi pada prostat dan testis.

Stres juga memengaruhi kondisi psikis, membuat pikiran terus berpacu, kelelahan, serta mengalihkan perhatian dari keinginan seks atau gairah saat berhubungan seks. Stres juga berdampak pada suasana hati, yang mengarah pada kondisi kecemasan dan depresi, sehingga dengan sendirinya libido anjlok.

Terakhir, stres yang tak terkendali dapat membuat Anda melakukan kebiasaan yang tidak sehat seperti merokok, mengonsumsi alkohol, makanan berlebihan, atau gaya hidup yang buruk seperti kurangnya perawatan diri atau tidak beraktivitas fisik. Itu semua dapat memengaruhi perasaan Anda tentang diri sendiri sekaligus mengganggu kehidupan seks.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *