Waspadai Meminum Kopi Dicampur Obat Kuat

Sep 23rd

Untuk anda yang awam mungkin anda baru mengetahui, terdapat sebagian orang yang meminum obat impotensi dicampur dengan secangkir kopi.

Kopi campuran tersebut sudah sejak lama menjadi sorotan Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM), karena mengandung bahan obat untuk disfungsi ereksi, yaitu sildenafil. Tak hanya itu, ada pula campuran bahan dengan efek serupa, yaitu tadalafil.

“Bahan obat tersebut dan kopi dapat berinteraksi. Kopi dapat meningkatkan detak jantung, sedangkan sildenafil dan tadalafil bisa menimbulkan ereksi yang terus-menerus,” kata dr. Olivia ketika ditanya.

Jangan pikir bahwa ereksi terus-menerus itu adalah efek positif, ya. Bahkan justru bisa sebaliknya!

“Jika ereksi terus-menerus, bisa terjadi nekrosis atau kematian jaringan pada kemaluan,” tambahnya.

Selain itu, dr. Olivia juga menyebutkan bahwa efek dari meminum kopi dengan campuran bahan obat disfungsi ereksi tersebut bisa dirasakan langsung. Ditambahkan oleh dr. Arina Heidyana dari KlikDokter bahwa interaksi antara kopi dan obat impotensi dapat mengganggu produktivitas harian akibat melemahnya tekanan darah.

“Efek yang bisa dirasakan antara lain sakit kepala, kepala terasa berputar, mual, pandangan jadi buram saat berdiri, badan lemas, dan napas jadi lebih sulit,” sebut dr. Arina.

Selain itu, bahan obat tidak akan bekerja maksimal karena kandungan kafein dalam kopi jauh lebih kuat. Sehingga bukan manfaat yang didapat, melainkan efek-efek atau komplikasi yang disebutkan di atas.

Menangani masalah disfungsi ereksi

Disfungsi ereksi memang tergolong masalah yang sensitif bagi pria. Meski demikian, solusinya bukan dengan menenggak ramuan kopi yang mengandung obat kuat atau ramuan “perkasa” lainnya. Cara yang paling aman adalah dengan memeriksakan kondisi disfungsi ereksi yang dialami tersebut ke dokter.

Namun jika Anda masih takut menemui dokter, Anda bisa mencoba dulu beberapa cara yang disarankan oleh dr. Resthie Rachmanta Putri, M.Epid, dari KlikDokter berikut:

Tubuh harus tetap aktif

Lakukan latihan fisik seperti jalan kaki, jogging, bersepeda, atau berenang. Sebuah studi dari Harvard membuktikan bahwa rutin jalan kaki 30 menit setiap hari akan menurunkan risiko terjadinya disfungsi ereksi sebesar 41 persen. Selain itu, melakukan latihan fisik dengan teratur juga terbukti meningkatkan performa seks pria yang mengalami disfungsi ereksi atau impotensi.

Apa yang  harus dimakan?

“Asupan makanan yang tinggi serat, protein, serta rendah lemak terbukti dapat menurunkan risiko disfungsi ereksi,” kata dr. Resthie. Menurutnya, pria lanjut usia yang memiliki kebiasaan makan buah, sayur, dan ikan terbukti memiliki risiko lebih rendah mengalami disfungsi ereksi.

Hindari diabetes, hipertensi, dan kolesterol tinggi

Penyakit diabetes dengan gula darah yang tidak terkontrol dapat mengakibatkan gangguan pembuluh darah, salah satunya di penis, yang membuatnya tak mampu ereksi dengan baik.

Selain itu, diabetes, hipertensi, dan kolesterol tinggi dapat menyebabkan stroke.

“Adanya kerusakan di otak akibat stroke juga dapat menyebabkan penis tak mampu ereksi. Oleh karena itu, cegah disfungsi ereksi dengan menghindari diabetes, hipertensi, dan kolesterol tinggi,” jelas dr. Resthie.

Jika telanjur mengalami salah satu dari ketiga penyakit tersebut, segera berobat ke dokter. Dengan demikian kadar gula darah, tekanan darah, dan kolesterol bisa dikendalikan.

Jaga berat badan tetap ideal

Studi menunjukkan, pria dengan ukuran lingkar pinggang di atas 100 cm lebih berisiko mengalami disfungsi ereksi. Kelebihan lemak juga akan mengganggu kerja hormon seks pria, sehingga penis lebih sulit untuk tegang saat bercinta.

Coba, deh, senam kegel!

Bukan hanya untuk wanita, pria dapat memanfaatkan senam. Studi menyebutkan bahwa senam kegel yang dilakukan dua kali sehari selama tiga bulan dapat mengatasi keluhan disfungsi ereksi.

Hindari paparan asap rokok dan alkohol

“Paparan asap rokok dan kebiasaan mengonsumsi alkohol terus menerus menyebabkan gangguan aliran darah. Bila aliran darah ke penis terganggu, disfungsi ereksi akan terjadi. Jadi jaga aliran darah ke penis dengan menjauhkan diri dari asap rokok dan alkohol,” papar dr. Resthie.

Jika sudah melakukan cara-cara di atas tetapi Anda masih saja punya masalah ereksi, jangan tunda untuk memeriksakan diri ke dokter. Pengobatan impotensi sendiri sebenarnya dilakukan sesuai dengan gejalanya. Namun, mererapkan pola hidup sehat juga akan sangat membantu meringankan masalah tersebut.

Disfungsi ereksi memang masalah yang sensitif bagi pria. Namun mengatasi persoalan ini dengan minum kopi campur obat impotensi tentu sangat tidak dianjurkan karena efeknya bisa membahayakan. Kondisi itu pula yang menimpa sejumlah pria di Sumedang beberapa waktu lalu. Jika Anda memang punya masalah disfungsi ereksi, sebaiknya tangani dengan bantuan tenaga medis, dan jangan sembarangan minum ramuan, obat herbal, atau obat-obatan tanpa pengawasan dokter.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *