Orang Berpostur Tinggi Berisiko Lebih Rendah Terkena Diabetes

Sep 18th

Diabetes adalah penyaki yang berbahaya. Ada banyak risiko dari penyakit diabetes ini, diantaranya adalah obesitas dan keturunan. Akan tetapi, sebuah penelitian terbaru menyebutkan bahwa orang bertubuh tinggi berisiko lebih rendah kena diabetes.


Tubuh tinggi jauh dari diabetes?

Sebelumnya mungkin tidak ada yang menyangka bahwa tinggi badan ternyata juga memengaruhi masalah diabetes yang diderita oleh seseorang. Akan tetapi, penelitian baru dari Jerman telah menemukan bahwa orang yang lebih tinggi memiliki risiko lebih rendah terkena diabetes tipe 2.

Menurut studi Diabetologia baru-baru ini, untuk setiap 10 cm dari tinggi tambahan, ada 41% pengurangan risiko diabetes tipe-2 pada pria dan 33% pada wanita. Para peneliti telah menyesuaikan hasil untuk menghilangkan efek potensial dari usia, pendidikan, gaya hidup, dan ukuran pinggang pada risiko diabetes.

Para peneliti berpendapat bahwa hubungan antara tinggi badan dan risiko diabetes tipe-2 bisa disebabkan oleh lebih sedikit penumpukan lemak di hati dan faktor risiko kardiometabolik yang lebih menguntungkan, khususnya lemak darah, adiponektin, dan protein C-reaktif.

Di antara mereka yang memiliki indeks massa tubuh (IMT) dalam kisaran kelebihan berat badan atau obesitas, risiko diabetes tipe-2 berkurang 36% pada pria. Sedangkan pada wanita, 30% untuk setiap tambahan 10 cm tinggi badan.

Menurut para peneliti hal ini bisa jadi mengindikasikan bahwa risiko diabetes akan lebih tinggi menyerang mereka yang memiliki lingkar pinggang yang lebih besar, ketimbang mereka yang bertubuh tinggi. Terlepas dari apakah lingkar pinggang yang lebih besar tersebut disebabkan oleh pertumbuhan atau karena ketidakseimbangan energi.

Orang bertubuh pendek dan hubungannya dengan diabetes tipe-2

Studi ini adalah karya para ilmuwan dari German Center for Diabetes Research and the German Institute of Human Nutrition Potsdam-Rehbruecke. Para peneliti mengambil sampel 27.548 peserta yang mendaftar dalam studi European Prospective Investigation into Cancer and Nutrition (EPIC) di Potsdam di Jerman dalam kurun waktu 1994-1998.

Dari peserta ini, 16.644 di antaranya adalah perempuan dan berusia 35-65 tahun dan 10.904 adalah laki-laki dari 40-65 tahun. Untuk menganalisis mereka, para peneliti secara acak memilih sampel yang representatif sekitar 10% dari kelompok.

Penelitian ini menyebutkan bahwa orang yang lebih tinggi mungkin memiliki sensitivitas insulin yang lebih besar dan sel beta yang berfungsi lebih baik. Studi baru ini berusaha tidak hanya untuk menguji hubungan antara tinggi badan dan diabetes tipe-2 tapi juga untuk melihat lebih dekat pada dua komponen tinggi: panjang kaki dan tinggi duduk.

Tim peneliti menemukan bahwa untuk pria, ada hubungan yang kuat antara ukuran kaki yang lebih panjang dan risiko lebih rendah dari diabetes tipe-2. Sementara pada wanita, tinggi duduk dan panjang kaki juga cukup berefek meski tidak signifikan.

Peneliti mencatat bahwa pertumbuhan sebelum pubertas memiliki efek yang lebih signifikan pada risiko diabetes yang lebih rendah daripada pertumbuhan setelah pubertas pada pria. Namun, bagi perempuan, tampaknya pertumbuhan sebelum dan sesudah pubertas berkontribusi pada risiko diabetes yang lebih rendah.
Apa kata dokter?

Menurut dr. Alvin Nursalim, SpPD, penelitian ini cukup menarik. Hanya saja, memang penggunaannya masih belum umum.

“Secara logika, mungkin ada benarnya penelitian ini karena diabetes sangat berisiko pada orang gemuk, terutama yang memiliki lemak perut. Mungkin orang yang gemuk dan pendek dibanding orang gemuk yang tinggi, penyebarannya lemaknya berbeda,” katanya.

Yang pasti menurut dr. Alvin, faktor risiko yang sudah terbukti menyebabkan seseorang terkena diabetes adalah kegemukan (obesitas) dan genetik (keturunan).

“Namun sampai saat ini dibutuhkan penelitian yang lebih besar skalanya untuk benar-benar mengonfirmasi hal ini. Sampai saat ini faktor risiko klasik yang sudah terbukti adalah kegemukan dan keturunan,” tutupnya.

Penelitian di atas memang masih perlu penelitian lain yang menguatkan. Jadi bukan karena Anda bertubuh tinggi lantas berpikir bahwa diabetes tidak bisa menyerang Anda ya. Tetap jaga kesehatan agar terhindar dari ancaman diabetes, dengan menjaga pola makan dan berolahraga secara teratur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *